Sabtu, 25 Maret 2017

BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN

NHW#9 FIFI
PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE
Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.

Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.


Selasa, 14 Maret 2017

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Nice HomeWork #8

Pada NHW#7 dalam tahap mencapai bunda produktif, saya sudah membuat kuadran aktivitas. Agar produktivitas tersebut tercapai optimal, tentu saja fokus utama aktivitas yang saya lakukan berada pada kuadran SUKA dan BISA.

a. Pada kuadran SUKA dan BISA, ada 3 aktivitas yang saya cantumkan yaitu: memasak, jalan-jalan bersama anak dan menambah income keluarga. Dari ketiga aktivitas ini saya memilih aktivitas menambah income keluarga yang akan saya jabarkan tahapannya dalam meraih capaian bunda produktif.

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
  ➡ Saya ingin menjadi mompreneur
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
  ➡ Saya mau membangun jaringan bisnis yang memberikan banyak manfaat bagi ummat
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
 ➡ sekolah unggulan berbasis entrepreneur gratis

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
➡➡ Meyiapkan bekal untuk akhirat nanti agar saya dan keluarga dimudahkan memasuki surga Allah, salah satunya menyiapkan 3 amalan yang tidak akan putus setelah kita meninggal yaitu : amal jariyah, do'a anak yang shaleh dan ilmu yang bermanfaat. Untuk itu selama umur saya masih ada saya ingin membangun jaringan bisnis. InsyaAllah dengan bisnis yang bagus akan membantu perekonomian ummat dan tentunya akan lebih mudah untuk menciptakan impian terbesar saya punya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi rabbani.

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
 ⏩ punya brand fashion yang terakui dengan reseller tersebar diseluruh indonesia.
⏩  Mampu memberikan 100 beasiswa pagi pelajar dhuafa yang berprestasi
⏩ Menguasai (monopoli) dalam produksi brand fashion dari hulu sampai ke hilir dengan karyawan semuanya muslim
⏩ mempunyai 100 binaan entrepreneur yang produktif

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
⏩ menguasai strategi marketing dengan omset penjualan 100 juta setahun
⏩ penguatan personal branding di bidang fashion, reseller 10 orang

Sabtu, 11 Maret 2017

TAHAPAN MENJADI BUNDA PRODUKTIF

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah akhirnya bisa juga mengerjakan NHW#7 ini setelah dua hari kemaren dibuat galau oleh HP yang tiba-tiba rusak karena alasan sepele tapi tidak sepele dengan bayarannya hik..hiks... (maaf jadi curhat).

Ok lanjut,  maaf intermezonya 😂.Pada tugas matriks kali ini diminta untuk mengikuti tes bakat di http://temubakat.com/id/ dan begini lah hasilnya. Tes bakat ini bertujuan untuk memfokuskan kita menuju ke bunda produktif
Berdasarkan hasil temu bakat diatas sudah sesuai dengan NHW2 sebelumnya yang saya kerjakan, dimana saya akan memfokuskan diri untuk menjadi seorang mompreneur. Berdasarkan hasil ST30 tersebut saya mempunyai potensi kekuatan sebagai pengahsil sebuah produk (creator), merancang dan perfeksionis dalam hasil serta mamu membuat perencanaan jangka panjang. Namun saya punya kelemahan dalam bidang analisis, ketelitian, dan tidak berani dalam ambil resiko. jadi hasil pemetaan bakat saya ini cocok dengan tujuan saya membangun suatu usaha dimana saya berperan utama sebagai penyususn rencana, menghasilkan produk sedangkan untuk hal lainnya saya butuh mitra yang berperan sebagai distributor dan akuntan.

Kuadran Aktivitis
Pengelompokan aktivitas diatas bertujuan  agar  saya lebih efisien dan fokus pada hal-hal yang disukai dan bisa, disukai dan tidak bisa (upgrade diri) . Serta meminimalisir kegiatan bisa dan tidak suka dengan di subkontrakkan pada ART. Dengan melakukan hal-hal yang lebih suka akan membuat kita semakin produktif.


Kamis, 02 Maret 2017

BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

Saat membaca NHW# 6 inisaat teringat ungkapan Buya Hamka yaitu : "Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja". Apa hubungannya dengan NHW kali ini?? Yup, di materi pekan ke 6 ini kita disentil agar tidak "sekedar" menjadi ibu. Sekedar jadi ibu?? maksudnya?? ya kita hanya menjalankan fitrah kita saja menjadi ibu, menjalani rutinitas kita dalam mengurus rumah dan anak-anak. Kita tidak mengenal peran kita sesungguhnya dalam keluarga begitu prestis yaitu sebagai MANAJER KELUARGA. Agar tidak terjebak dalam menjalani hidup sebagai ibu dengan rutinitasnya yang segambreng, yang rasanya 24 jam itu tidak pernah cukup kita harus mengikuti tahapan-tahapan berikut:

1. Menuliskan Tiga aktivitas yang paling penting dan yang paling tidak penting.
    3 Aktivitas yang paling penting dalam keseharian saya:
  • Menambah jam terbang terkait jurusan ilmu yang sudah saya tentukan (entreprenuer "mompreneur")
  •  Aktivitas bersama anak
  • Mengerjakan pekerjaan rutin saya
3 Aktivitas yang paling tidak penting
  • Berlama-lama chatting dengan teman-teman komunitas di WA dan bermain media sosial
  • Berlama-lama browsing hal-hal yang tidak berkaitan dengan entreprenuer dan parenting 
  • Nonton drama korea🙈 
2. Dari kedua aktivitas diatas, selama ini waktu saya paling banyak habis untuk semua kegiatan yang paling tidak penting. Saya mengukurnya dari sebandingnya waktu yang terpakai dengan manfaat yang didapatkan. Sehari itu ada 24 jam dimana 9 jam saya pergunakan untuk kerja dikantor, kurleb 2 jam ibadah, 6 jam istirahat, dan tersisalah7 jam untuk saya mengerjakan pekerjaan seputar RT yang tidak terdelegasikan ke ART, fokus bersama anak. Waktu 7 jam itu sangat sedikit nah waktu yang sedikit ini masih juga sering habis untuk 3 kegiatan yang paling tidak penting diatas. Saya terkadang bisa 1 -2 jam lebih browsing2, yang kadang menyita jatah waktu istirahat saya, asyik dengan chat sembari nemenin anak2 main 😭😭 dan bisa berjam-jam nonton korea. tau sendirilah yang hobi drakor pasti tak cukup puas cuma nonton1 episod..suka penasaran next..next..ke episode selanjutnya Astaghfirullah..... . Untuk poin yang terkahir ini sudah teratasi, saya sudah tidak nonton drakor lagi, semoga selamanya. klo pun pengen hiburan nyari yang film korea aja yg durasinya lebih singkat #teutep korea deui hehehe. piisss.

3. Ketiga aktivitas paling penting diatas saya jadikan sebagai kegiatan dinamis saya. Berhubung bekerja dikantor sudah ada jadwal tetap dan sudah jelas manajemennya. Jadi yang saya maksud pada poin 3  (kegiatan rutin) disini lebih pada urusan pekerjaan rumah tangga yang tidak saya delegasikan kepada ART yaitu: menyiapkan keperluan suami sebelum berangkat kerja. 
4. Ketiga kegiatan rutin diatas selnajutnya saya kelompokkan menjadi standar pagi dan standar malam. 
Standar pagi : subuh - 07.15
Standar malam: habis magrib -20.00
5. Agenda yang tidak terencana tidak diperkenankan memenuhi jadwal waktu harian 
6. Jadwal Harian:
  • subuh - 07.15 : standar pagi (menyiapkan bekal makanan, menyiapkan anak berangkat sekolah)
  • 07.15 -17.00 : perjalanan dan aktivitas bekerja dikantor
  • 17.00 - 18.00 : Membersamai aktivitas outdoor anak-anak (bermain dan bersosialiasi dengan teman-teman dilingkungan)
  • 18.00- 20.00 : Aktivitas bersama anak (fun learning, bermain bersama, ngobrol keluarga)
  • 20.00 - 20.30 : Meyiapkan anak-anak untuk tidur
  • 20.30 - 22.30 : Memperbanyak jam terbang ( baca materi, menyiapkan media promosi, mencari ide-ide produk, dll)
  • 22.30 : isitirahat (bobo syantiek 💤💤💤)
Mudah-mudahan dimudahkan untuk melakdanakan ini semua dan semoga bisa menuju Manajer Keluarga handal









Kamis, 23 Februari 2017

LEARNING HOW TO LEARN

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah sudah memasuki pekan kelima menimba ilmu melalui matriks IIP. Setiap pekan dibimbing pelan-pelan untuk menentukan tujuan dan menggali potensi, berubah ke arah yang lebih baik dan bermanfaat. Dari mulai diminta menentukan jurusan ilmu yang oengen ditekuni dan sampai kemaren di NHW#4 sudah memantapkan hati untuk menekuni suatu ilmu dan menetapkan milestone.
Pada pekan lalu saya sudah memantapkan diri untuk menekuni bidang "mompreneurship" dan menentukan tahap2 ilmu apa saja yang harus saya pelajari.  Tentunya untuk mempelajari itu semua harus disusun suatu desain pembelajaran untuk mencapai misi. Karena bidang yang akan saya pelajari disini adalah momprenuership, bearti ada dua bagian pokok disana, saya sebagai ibu dan sebagai entreprenuer. Kedua hal ini akan coba saya rumuskan agar sama-sama sejalan sehingga tidak ada yang terkorbankan dalam mempelajari ilmu tersebut.

Saya sudah menetapkan milestone pada NHW#4, milestone ini saya anggap sebagai acuan kurikulum dasar dalam pembelajaran ini. Saya akan mempelajari berdasarkan pokok bahasan yang saya buat yaitu : kepemimpinan dan manajemen, marketing, kreativitas dan inovasi , Pengelolaan keuangan, Pengelolaan dan Pengembangan SDM. Dalam mempelajari setiap tahapan ilmu tersebut , harus diuji apakah sudah peham dan terlaksana dengan baik. Jadi dalam menentukan desain pembelajaran tersebut maka saya menentukan poin-poin berikut :

1. Untuk siapa pembelajara ini? Jawab: untuk saya 
2. Metode seperti apa yang akan digunakan ? Jawab : Teori dan praktek
3. Darimana sumber ilmu didapatkan? Jawab : internet, buku dan praktek langsung di lapangan
4. Apa indikator keberhasilan ? Jawab : Jika sudah memenuhi target yang dibuat
5. Siapa saja yang akan menjadi "support system" selama pembelajaran ini? Jawab: Suami dan anak-anak
6. Siapa yang akan menjadi pemandu dalam pembelajaran ini? Jawab : Tentor dan suami
7. Bagaimana evaluasi dari pembelajaran ini? Jawab : Membuat rekapitulasi bulanan, hal-hal apa saja yang sudah terlaksana, dan apa yang belum



Selasa, 14 Februari 2017

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Bismillahirrahmanirrahim

Pada pekan keempat ini materi matriks adalah "Mendidik dengan Kekuatan Fitrah" dimana kita harus me-review lagi apa-apa yang sudah kita pelajari dari pekan 1-3 termasuk NHW yang telah kita buat. Oleh karena itu, 6 poin berikut harus kita jawab pada nice homework kali ini:
a. Review jurusan ilmu yang akan dikuasai di Universitas Kehidupan
b.  Konsistensi dalam mengisi checklist yang sudah dibuat
c. Sudahkah menemukan, apa tugas dan peran kita dilahirkan ke dunia? Apa misi hidup kita?
d. Tetapkan milestone
e. Koreksi kembali  checklist yang sudah dibuat, apakah sudah tercantum waktu untuk mencapai poin a-d?
f. Just do it

Saya akan menjawab keenam poin diatas dalam bentuk narasi, selamat membaca hehehe 😍

Secara fitrah, tugas kita berada di bumi ini adalah sebagai khalifah. Allah telah menjelaskan peran tersebut dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 30 yang artinya: 
Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)

Kandungan ayat
Allah SWT menciptakan manusia di muka bumi agar manusia dapat menjadi kalifah di muka bumi tersebut. Yang dimaksud dengan khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Jika manusia telah mampu menjalankan itu semuanya maka sunatullah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi benar-benar dijalankan dengan baik oleh manusia tersebut, terutama manusia yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SWT. Jadi ada dua peran yang harus diemban manusia sebagai kahalifah mulai dia dilahirkan sampai dimatikan yaitu memakmurkan dan memelihara bumi. Memakmurkan bumi artiya kita diminta mengeksplorasi apa-apa yang sudah Allah adakan dipermukaan bumi ini bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Memelihara bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara akidah dan akhlak manusianya sebagai SDM. (sumber : alfiah )

Merujuk pada penjelasan diatas, saya memahami apapun peran yang diambil dalam hidup ini harus selaras dengan tugas kita sebagai khalifah yaitu memimpin, mengekplorasi dan memelihara.Pada NHW#1 saya sudah menentukan jurusan ilmu yang ingin saya pelajari adalah fashion design & business. Setelah saya tinjau kembali semua NHW yang sudah dikerjakan dan merenungkan, ada 3 kata kunci yang saya peroleh yaitu keluarga, bisnis dan bermanfaat. Kata "KELUARGA" disini menjadi poin utama yang harus dibenahi dan dikuatkan, sehingga ilmu parenting adalah  hal mutlak yang harus dikuasai. 

Saya adalah seorang ibu bekerja yang menghabiskan  waktu dikantor kurang lebih 9 jam sehari dan 5 hari dalam 1 minggu. Pekerjaan yang saya geluti sekarang di bidang penelitian yang  memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian alam dan kesejahteraan manusia.Dengan bekal ilmu (red: akademik) ini, saya juga diberikan kesempatan untuk turut serta mencerdaskan anak bangsa dengan menjadi pengajar tamu pada suatu kampus. Saya menikmati pekerjaan ini karena sejalan dengan cita-cita saya ingin memberikan manfaat yang luas bagi manusia, ditambah lagi sudah mulai menemukan pola unuk manajemen waktu antara bekerja dan mengurus keluarga.

Akhir-akhir ini saya tertegun dengan kalimat: Muslim itu harus kaya. Tanpa harta pun kita bisa berkontribusi nyata untuk membangun peradaban ummat, namun tidak dapat kita tampikkan bahwa kemandirian finansial yang bagus juga modal yang harus dimiliki untuk mewujudkan Peradaban umat yang terhormat, bermartabat dan berdikari. Kita lihat saja fenomena di sekitar kita, betapa uang itu bisa membeli kekuasaan. Betapa mudahnya suatu informasi diputar balikkan dengan kekuasaan tersebut. Jika kita tidak berusaha menyelaraskan posisi kita, kita tidak akan punya bargain position di depan penguasa. Betapa semakin beratnya tantangan yang akan dihadapi oleh anak cucu kita dimasa mendatang. Jadi saat ini saya sangat bersemangat dan senang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kewirausahaan. Cara yang saya lakukan adalah Learning by doing. Memulai usaha kecil-kecilan, belajar secara otodidak dan harapannya nanti juga bisa menumbuhkan jiwa entrepreneur ini pada seluruh keluarga. Tentunya sebelum pemahaman ilmu entrepreneurship ini harus di  kokohkan dulu akidah dan akhlak agar tercapainya peradaban ummat yang sejahtera dan berakhlak mulia. Pada NHW#3 sudah saya sebutkan potensi yang saya miliki adalah sifat gigih dan senang belajar. dua hal ini akan menjadi modal buat saya mengeksplor diri dalam berkarya dan membina keluarga.

Saya senang dan memang harus menguasai ilmu parenting untuk memangun keluarga saya dan  saya senang melihat orang-orang mampu berdikari. Makanya dalam usaha yang saya rintis saat ini saya lebih menerapkan prinsip mitra bukan membuka usaha sendiri. Saya bermitra dengan distributor kain, konveksi dan juga dengan teman-teman yang tertarik untuk mulai berjualan. Setidaknya langkah kecil ini bisa dianggap sebagai dukungan saya pada orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneur.  Saya juga sudah melibatkan anak-anak saya pada hal-hal ringan dalam usaha ini, setidaknya memahamkan dia untuk mengekplor diri seluas-luasnya. Manusia itu dinamis, karena dia melihat uminya mengurus rumah, bekerja di kantor dan juga berjualan. Seiring berjalannnya waktu tentu timgkat pemahamannya lebih luas.

Baiklah dari cerita panjang diatas yang tidak begitu runut (semoga dapat dipahami)🙆 saya mulai menyadari bahwa peran hidup saya adalah sebagai fasilitator.
Misi Hidup  : Menjadi seorang entrepreneur dan penyedia jalan untuk orang-orang yang ingin berdikari dalam hal finansial ( berwirausaha)
Bidang          :  Mompreneurship
peran            : fasilitator

Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup 
 Untuk menjadi seorang ibu yang bergerak dalam bidang wirausaha maka ada tahapan ilmu yang harus dikuasai, yaitu sebagai berikut:
1. Kepemimpinan dan manajemen : merupakan dua ilmu yang pertama harus dikuasai. Seorang entrepreneur harus punya kemampuan memimpin dan manajemen yang baik. Ditambah lagi disini saya mengambil bidang mompreneurship, jadi ilmu manajemennya haruslah sangat baik agar keluarga dan bisnis terkelola dengan baik, berjalan selaras dan seirama.
2. Marketing : bertujuan untuk menguasai pasar penjualan, dalam bidang ini kita juga belajar tentang bagaimana mengatur strategi untuk mencapai tujuan.
3. Kreativitas dan Inovasi : sangat penting dalam berbisnis, tanpa ada kreativitas dan inovasi yang bagus produk kita tidak akan bertahan lama dan tidak akan punya loyal customer. dalam tahap mempelajari ini saya jga bisa melibatkan anak-anak turut serta, meminta ide-ide dari mereka. kadang hal-hal polos yang terucapa dari mulut kecilnya bisa menjadi inspirasi buat kita.
4. Pengelolaa keuangan : ini adalah sangat penting untuk menjamin keberlangsungan dan pengembangan bisnis
5. Pegembangan dan pengelolaan SDM :Ilmu ini harus dimiliki agar kita dapat memetakan dengan baik potensi orang, tidak salah menempatkan posisi. Apalagi bisnis dengan melibatkan mitra, harus pintar-pintar memahami karakteristik orang dan menjaga hubungan baik.

MILESTONE  untuk mencapai MISI HIDUP
Tahun ini usia saya 31 tahun, saya tetapkan sebagai KM 0, berkomitmen untuk memeiliki sebuah toko offline dan 100 distributor online dari produk yang saya produksi & pasarkan. Demi mendukung komitmen tersebut saya mewajibkan diri saya minimal 2 jam sehari untuk mencari ilmu dan mempraktekkannya. Sehingga dalam rentang waktu 5 tahun sudah bisa terlihat hasilnya. berikut tahapan2nya:

KM 0 - KM 1 ( tahun 1) : Menguasai ilmu kepemimpinan dan manajemen
KM 1 - KM 2 (tahun 2): Menguasai ilmu Marketing
KM 3 - KM 3 (tahun 3) : Menguasai ilmu kreativitas dan inovatif
KM 3 - KM 4 (tahun 4): Menguasai ilmu keuangan
KM 4 - KM 5 (tahun 5): Menguasai Ilmu pengembangan dan pengelolaan SDM.

Misi hidup sudah saya buat lengkap dengan milestonenya, sekarang tinggal Just Do It!!! Semoga komitmen dan konsisten. Aamiin

Done NHW#4_FIFI
 

  
 

Rabu, 08 Februari 2017

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

Berbicara rumah tangga berarti ada 3 hal pokok disana, yaitu rumah itu sendiri , orang-orang yang ada di dalam rumah tersebut (Keluarga) dan Lingkungan. Jika kita mau membangun suatu peradaban, bearti kita harus bisa mensinergikan ketiga komponen tersebut. Rumah harus bisa menjadi tempat yang nayaman dan aman untuk belajar dan mengembangkan diri. Keluarga dan Lingkungan yang mendukung juga syarat penting untuk membangun peradaban.

Baiklah, melanjutkan peran saya disini sebagai perempuan yang sudah berkeluarga, artinya saya juga punya tanggung jawab kepada suami dan anak disamping diri saya sendiri. Hal-hal apa saja yang harus saya lakukan untuk membangun sebuah peradaban dari dalam rumah? Pastinya yang pertama adalah saya harus benar-benar mengenali setiap pribadi yang ada dalam rumah saya yaitu suami dan anak-anak. Selanjutnya saya harus memahami apa peranan saya sesungguhnya dan kenapa saya harus berada di rumah ini beserta lingkungannya. Baiklah langsung saja saya mulai analisa satu-persatu.

a. Saya sebagai Istri
   Suami adalah panutan saya. Saya harus nyaman dengannya, menyayangi dan mencintainya agar kehidupan ini berjalan selaras dan seirama. Untuk itulah saya sudah menyelesaikan tantangan dari tim IIP untuk membuat surat cinta dan mengirimkan pada sang suami. Rasa-rasanya ini adalah surat cinta pertama yang saya buat :-) Dengan diksi yang mengalir begitu saja dan taraaaa.... jadilah beberapa paragraf yang puitis hehehe. Nah saya hanya akan mencantumkan respon suami atas surat yang sudah saya buat:
Seneeng dan agak geli sih dapat respon seperti ini, karena saya itu orangnya ga romantis dan ga verbal. jadi ga suka dipuji atau digombalin.... tapi mah katanya kita juga harus senang di romantisin dan memuji2 suami dengan kalimat2 romantis. karena bisa sebagai pengawet cinta ceunah hehehe

b. Saya Sebagai Ibu
 Anak kami 2 orang, yang pertama laki-laki usia 5,5 tahun dan adiknya perempuan usia 16 bulan. Potensi kaka menurut saya adalah robotik dan bahasa. Karena kakak sangat suka bermain lego dan senang bercerita. Sebagai sulung dia memang lebih cenderung agak 'keras kepala', hal ini bisa saya arahkan ke hal positif nantinya. sifat 'keras kepala' menjadi tegas dan bijak yang merupakan modal utama bagi dia nanti sebagai pemimpin, minimal memimpin keluarganya. Adek masih kecil jadi belum terlihat jelas potensinya, cuma adek orangnya perhatian dan ramah. Sifatnya ini bisa dikembangkan untuk menjadi  penyayang dan empati.

c. Saya Sebagai Individu
  Potensi terbesar dalam diri saya adalah sifat gigih yang saya miliki. Jika sudah punya keinginan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya. Mungkin dengan berbekal sifat ini lah saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga saya seperti sekarang ini. Suami saya adalah sosok yang sabar dan tenang. Let it flow... itu lah mungkin prinsipnya. Dengan sikap gigih yang saya miliki dan sikap tenang suami ini bisa menjadi kombinasi yang baik diantara kami berdua. Makanya, rencana2 yang tersusun dalam keluarga kami bisa dikatakan sebagian besar berasal dari saya, suami akan berperan sebagi penasehat dan pemberi keputusan akhir. Disaat apa yang saya rencanakan gagal, maka suami lah yang akan membesarkan hati saya dengan sifat sabarnya. Kedua anak kami adalah tipikal yang aktif, kalo kaka sudah terlihat sifat kritisnya. Mungkin Allah menakdirkan anak-anak seperti itu untuk meningkatkan kesabaran saya dan selalu menambah wawasan agar dapat menjawab semua pertanyaan mereka dengan baik. Kebetulan saya dan suami sama-sama senang belajar .

d. Saya sebagai bagian dari Lingkungan
 Saya dan suami sama-sama anak rumahan, berasal dari keluarga yang harmonis. Mungkin karena latar belakang itulah sekarang kami tinggal di lingkungan komplek yang nyaman seperti ini. Karena kami orang rumahan, kebetulan juga komplek saya orangnya individualis tapi masih perhatian. ya intinya tidak suka kepo dengan kehidupan orang lain. Lingkungan seperti ini adalah salah satu nikmat dari Allah menurut saya, kami dihadirkan disini agar bisa hidup dengan tenaang, tanpa banyak adaptasi sehingga akan lebih mudah untuk kami menentukan langkah untuk bermanfaat bagi sesama.

Lelaki Ku

Terpisah jarak dan waktu dari orang yang dicinta Pergi jauh dari tanah kelahiran demi wujudkan cita Tekad membaja sebagai bekal diri ...