Selasa, 25 Juli 2017

Aku Siap Berangkat Sekolah

Masih seputar  persiapan pekan pertama abang sekolah. Kali ini abang diberi tanggung jawab untuk meyiapakna perlengkapan sekolahnya sendiri dipandu sama Abi. Abnag menyampul bukunya bahkan samapi menulis namanya sendiri di buku tulisnya. Ya meskipun tulisannya seper itulah... yang penting bisa dibaca hehehe. Dari jauh umi mengarahkan lewat telepon apa-apa saja yang harus dibawa besok ke sekolah. Tolong dimasukkan ke dalam tas malam itu agar besok tidak ketinggalan dan buru-buru. Abang bisa bekerjasama, sekali lagi umi apresiasi buat abang yang mampu bekerjasama dan belajar untuk mandiri apalagi rewel disaat umi tidak bisa mendampingi. terima kasih juga abi untuk kerjasamanya. Sehingga abang tetap semangat dan ceria sekolah meskipun lagi ditinggal ummi.

#tantangan10hari
#gameLevel2
#kemandirian
#kuliahbunsayiip
#day2

Senin, 24 Juli 2017

Hari Pertama Sekolah

Tanggal 17 Juli lalu merupakan hari pertama abang resmi menjadi anak kelas 1 SD. Rencananya hari pertama abang akan diantar oleh Ummi dan Abi, ummi pun sudah mengajukan cuti untuk 3 hari pertama abang sekolah. Belum banyak yang dipersiapkan untuk keperluan abang sekolah hanya tas dan seragam yang sduah disediakan sekolah. Peralatan tulis menulis belum dibeli menunggu informasi dari ustadzah apa saja yang harus dibeli. Qadarullah, tangal 12 Juli saya dapat telepon dari Payakumbuh yang mengabarkan kondisi ibu semakin kritis. Terdengar tangisan papa dari seberang telepon. Saya langsung panik dan memutuskan untuk pulang ke payakumbuh hari itu juga.

Sampai tanggal 16 kondisi ibu belum membaik yang mengharuskan saya lebih lama disini. Pikiran saya sudah mulai bercabang. Memikirkan anak-anak yang saya tingal di Bogor. Saya meminta maaf sama abang dan memohon pengertiannya karena tidak bisa mengantar abang di hari pertamanya sekolah. Jadilah hari pertama abang hanya diantar abi. Alhamdulillah abang sudah mulai bisa menyiapkan keperluaanya sendiri. Dengan bantuan kerjasama dengan abi, abang bisa dengan siap menyiapkan keperluan sekolahnya. No Drama di pagi hari dan pulang sekolah abang sudah langsung naik jemputan tidak minta dijemput abi. Good Job! Ummi pun jadi tenang diseberang sana mendengar laporan tersebut 😊😊

NB: Maaf telat membuat laporannya karena baru bisa megang laptop lagi setalh 11 hari kemaren full merawat ibu yang lagi sakit.

#kuliahbunsayiip
#tantangan10hari
#GameLevel2
#kemandirian

Jumat, 09 Juni 2017

Tantangan Komunikasi Produktif : hari kesepuluh

Progress dari cerita kemaren, abang menunjukkan perubahan yang positif. Sehari ini abang jadi anak manis. Abang tidak memukul adek. Abang jadi lebih asyik eksplor legonya karena sudah tidak ada lagi gangguan dari tablet 😅. Sore hari pun abang lebih memilih tidur dari pada main sepeda keluar. Adek tadi sempat iseng sama abang, kima mukul abang namun abang berhasil menahan diri agar tidak membalas. Umi tadi meminta kima untuk meminta maaf. Kedua kakak beradik itu pun langsung bermaafan, bersayang-sayangan dan berpelukan. MasyaAllah adem benar melihatnya semoga seterusnya seperti ini.

Sebelum tidur malam hari, umi meminta abang duduk dikasur. Kami saling bertatapan dan berkata. Abang umi izin peluk abang ya (lalu berpelukan). Hari ini umi senang sama abang karena: 1. Abang tidak iseng sama adek 2. Abang mampu bersabar saat adek iseng 3. Abang melakukan tugas dengan baik : shalat ke mesjid dan mengaji. Umi bangga sama abang. Terus menjadi anak yang baik ya.

#gamelevel1
#day10
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip

Waktu yang Tepat

Sahur 8 Ramadhan 1432 H adalah momen bahagia bagi saya dan suami. Detik itu juga kami resmi menjadi seorang Umi dan Abi. Suara tangis membahana di sebuah klinik bidan di sudut payakumbuh disertai dengan tawa bahagia tante, nenek dan kakek dan tentu saja ortu jagoan kecil tersebut. Yup..selain kami berdua yang berubah status, saat itu ortu kami pun resmi menyandang status kakek dan nenek.

Perjalanan mendapatkan buah cinta ini tidak bisa dibilang mudah namun tidak bisa juga dibilang sulit. Bayi merah yang bernama Fadhil Fayyad Hamizan tersebut harusnya menjadi anak kedua kami. Dua bulan setelah menikah saya dinyatakan positif hamil. Alhamdulillah wa syukurillah karunia yang tidak terkira kami rasakan saat itu. Apalagi saat itu saya sedang menyiapkan seminar hasil tesis saya. Sudah terbayang dalam ingatan kala itu betapa seksi dan cantiknya saya saat wisuda dengan perut yang pasti semua wanita mengidamkan untuk merasakannya.

Kebahagian itu ternyata tidak berlangsung lama. Allah ternyata sudah punya rancangan lain untuk kami. Kita manusia hanya bisa berencana namun yang akan berlaku adalah rencana dari Allah. Dan Allah sebaik2 penyusun rencana (QS. Ali Imran : 54). Satu minggu berselang setelah seminar, saya mengalami pendarahan dan harus dirawat serta dilanjutkan dengan bedrest selama 2 minggu lebih. Suami senantiasa mendampingi, kala itu saya menjadi orang terlemah. Tidak boleh sama sekali bergerak turun dari tempat tidur. Jika bergerak maka darah yang keluar akan bertambah. Suami lah yang menyuapi, membersihkan dan selalu menguatkan saya.

Sepertiga malam medio Juni 2010, saya merasakan sakit perut yang luar biasa. Serasa ada yang mengacak-ngacak perut dan memaksa keluar. Lantunan dzikir terus terucap dari bibir dan berusaha untuk tetap tenang. Saya meminta suami untuk shalat tahajud. Disaat suami shalat terasa ada sesuatu yang keluar, rasanya seperti darah haid yang keluar. Tiba-tiba sakit perut saya hilang. Saya tidak berani untuk langsung melihatnya saat itu. Saya belum siap dan memutuskan untuk melanjutkan tidur. Saat suami bertanya pun saya bilang kalau sudah tidak sakit perut lagi. Pagi harinya, saya langsung ke kamar mandi. Segumpalan darah besar teroongok di depan mata saya. Kami langsung memutuskan ke dokter dan benar saja gumpalan darah itu adalah janin kami. Saat itu janin kami berusia 7 minggu. Rasa sedih menyelimuti, suami menguburkannya di belakang rumah. Beberapa hari saya seperti orang aneh, suka nangis dan ngomong sendiri di depan "makam" janin kami. Butuh waktu yang cukup lama buat saya bangkit kembali. Ada juga semacam perasaan khawatir apakah saya akan diamanahi lagi sama Allah atau tidak. Suami yang selalu membesarkan hati dan membantu saya untuk bangkit kembali agar segera menyelesaikan studi yang tinggal satu tahap lagi untuk kelulusan.

Enam bulan berselang dari kejadian tersebut, Allah kembali mengamanahi kami benih dalam rahim saya. Meskipun saya tidak jadi wisuda dengan perut seksi, saya tetap bangga bisa melewati semua proses tersebut. Mungkin ini lah yang dipersiapkan Allah buat keluarga kecil kami, mengamanahi kami seorang anak diwaktu yang tepat. Iya waktu yang tepat, dimana saya sudah menyelesaikan tugas belajar saya sehingga tidak stress dan fokus pada keluarga dan saat kami sudah mampu menyediakan rumah mungil untuk tumbuh kembang anak-anak kami.

Setiap kehamilan punya cerita. Meskipun berkembang dalam rahim yang sama, kisahnya pasti akan berbeda. Alhamdulillah anak pertama dan kedua saya lewati dengan persalinan normal dalam waktu yang cepat. Kurang dari satu jam mulai dari pembukaan awal sampai lahir. Sekarang lagi menikmati kembali tumbuh kembang embrio dalam rahim. Semoga sehat selalu dan lahir dengan sehat lengkap.

Tantangan Komunikasi Produktif : Hari kesembilan

Pagi ini sebelum berangkat kantor terjadi drama di rumah. Sebenarnya umi sudah telat jadi tadi agak buru2. Abang juga baru bangun sedangkan kima sudah selesai sarapan. Bangun tidur abang langsung nyalain TV. Entah apa penyebabnya tiba-riba abang memukul kepala kima dengan senter. Kima labgsung nagis dan umi langsung histeris. Lost kontrol umi pun jadi memukul abang. Astagfirullah... maafkan umi.

Kesalahan dalam berkomunikasi di pagi ini, umi tidak bisa menahan emosi tanpa tabyyun terlebuh dahulu. Setelah drama berlalu umi ngajak ngobrol abang, kenapa mukul adek? Abang bilang yang duluan mukul tadi kima. Umi g liat. Iya sih tadi umi lagi fokus ngobrol sama bibi. Tapi bagaimana pun sikap abang ini tidak bisa dimaafkan begitu saja, karena sudau sering banget berulang abang iseng kima pada daerah kepala yang sangat sensitif dan berbahaya jika luka. Akhirnya umi minta komitmen abang. Tablet abang umi sita. Kemudian umi menawarkan pilih sepeda abang dijual atau berjanji untuk tidak mukul2 adek lagi. Abang bilang dia mau janji. Oke kita liat ke depannya apakah abang bisa komitmen. Yup..kenapa saya mengasih 2 komitmen tersebut karena memang jelas sekali terlihat jika abang terlalu asyik main game dengan sibuk main lego dan sejenisnya. Terus kenapa sepeda? Karena abang main sepedanya ugal2an kaya teman2nya.jadi ini kesempatang juga buat umi observasi dampak abang tidak main sepeda, apakah baik atau buruk.

#gamelevel1
#tantangan10hari
#day9
#kuliahbunsayiip

Kamis, 08 Juni 2017

Tantangan komunikasi Produktif: hari kedelapan

Berperang dengan kalimat-kalimat ancaman menjadi target fokus saya saat ini. Sebenarnya mungkin maksudnya sama, misalnya:
Abang coba diam kalau ga diam ga jadi ya dibeliin es krim.kalimat tersebut mungkin akan lebih enak didengar jila diubah menjadi : Abang sudah selesai belum menangisnya? Kalau sudah ayuk kita pergi beli eskrim. Dua kalimat itu maksudnya sama, agar anak berhenti nangis dan bisa pergi segera. 
Memang harus banyak2 beristigfar dan tarik nafas panjang jika anak mulai tantrum. Ada saatnya juga malah lebih baik meninggalkan mereka beberapa saat memberikan ruang bagi mereka untuk melepaskan semua emosinya. Kadang cara ini juga lebib efektif dan cepat dalam pencarian solusi.

#gamelevel1
#day8
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip

Rabu, 07 Juni 2017

Tantangan 10 hari Komunikasi Produktif : hari ketujuh

Sepulang kantor kemaren abang tampak sibuk sekali. Legonya dimasukin rapih ke dalam tas lego. Tas sekolahnya terisi penuh. Kedua ta terebut dijejer rapih diatas sofa. Kemudia abang mengambil secarik kertas kosong dan minjam spidol untuk nulis.  "Umi ajarin abang kalau nulis kalimat : jangan lupa bawa tas dan lego ".
Lalu umi mengeja satu-saru huruf sambil dia nulis. Disela-sela menulis abang nyeletuk,
A: umi benar kan besok kita mudik ke rah uwo (red : uwo = nenek)?
U: Tidk bang, masih lama.
A : (Tanpa di duga abang langsung mengamuk dan histeris)  Koq masih lama kan umi yang bilang besok. Umi bohong.
U: Kapan bang, umi bilang besok. Kan umi udah bilang masih lama
A : umi bohong. Benar umi bilang gitu (sambil mukul2 dan nendang2 termasuk nendang ke adeknya juga

Karena kondisi fisik umi yg juga lagi drop sempat keluar intonasi yang tinggi dan bilang. Anang umi ga suk abang kaya gitu, abang sering banget kaya gini. Suka salah tangkapa omongan umi dan membuat kesimpulan sendiri. Ya sudah abang diam jangan ngamuk. Umi tidak suka.jalau abang ga bisa diam ta sudah ga usau ikut umi ya, umi mau ke minimarket sama kima. Abang langsung diam

Setelah kejadian diatas sayansangat menyesal tidak bisa mengatasi emosi fayyad dam emosi diri sendiri. Sering sekali terjadi salah kaprah begini antrmara saya dan fayyad. Fayyad daya analisanya terlalu tinggi menurut say, jadi kadang dia punya kesimpulan sendiri dari apa yang  saya sampaikan padanya. Betapa terluka hatinya, yang tadinya senang dan semangat mempersiapkan mudik kemudian kecewa dan saya masih bel bisa menemukan metode yang pas untuk mengatasi salah kaprah terhadap hal2 sederhana ini. Dan yang paling membuat saya suka kelimpungan daya ingatnya yang kuat. Saya pernah marahin dia atau berbuat salah pada dia saat dia masih usia 2 than masih diingatnya sampai sekarang. Padahal saat itu saya sudah mibta maaf dan fayad pun sudah memaafkan saya. Namun sering sekali dia masih mengungkit2 ini.

Masih terus belajar untuk soal ini. Untuk mengatasi emosinya saat itu saya sudah bisa. Tidak beberapa lama dari kejadian diatas fayyad pun gembira kembali. Nah cuma akan selalu menjadi PR bagi  saya agar tidak ada lagi salah persepsi antara kami berdua 😊

#gamelevel1
#tantangan10hari
#day7
#kuliahbunsayiip

Lelaki Ku

Terpisah jarak dan waktu dari orang yang dicinta Pergi jauh dari tanah kelahiran demi wujudkan cita Tekad membaja sebagai bekal diri ...