Selasa, 14 Februari 2017

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Bismillahirrahmanirrahim

Pada pekan keempat ini materi matriks adalah "Mendidik dengan Kekuatan Fitrah" dimana kita harus me-review lagi apa-apa yang sudah kita pelajari dari pekan 1-3 termasuk NHW yang telah kita buat. Oleh karena itu, 6 poin berikut harus kita jawab pada nice homework kali ini:
a. Review jurusan ilmu yang akan dikuasai di Universitas Kehidupan
b.  Konsistensi dalam mengisi checklist yang sudah dibuat
c. Sudahkah menemukan, apa tugas dan peran kita dilahirkan ke dunia? Apa misi hidup kita?
d. Tetapkan milestone
e. Koreksi kembali  checklist yang sudah dibuat, apakah sudah tercantum waktu untuk mencapai poin a-d?
f. Just do it

Saya akan menjawab keenam poin diatas dalam bentuk narasi, selamat membaca hehehe 😍

Secara fitrah, tugas kita berada di bumi ini adalah sebagai khalifah. Allah telah menjelaskan peran tersebut dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 30 yang artinya: 
Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)

Kandungan ayat
Allah SWT menciptakan manusia di muka bumi agar manusia dapat menjadi kalifah di muka bumi tersebut. Yang dimaksud dengan khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Jika manusia telah mampu menjalankan itu semuanya maka sunatullah yang menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi benar-benar dijalankan dengan baik oleh manusia tersebut, terutama manusia yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SWT. Jadi ada dua peran yang harus diemban manusia sebagai kahalifah mulai dia dilahirkan sampai dimatikan yaitu memakmurkan dan memelihara bumi. Memakmurkan bumi artiya kita diminta mengeksplorasi apa-apa yang sudah Allah adakan dipermukaan bumi ini bagi kemanfaatan seluas-luasnya umat manusia. Memelihara bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara akidah dan akhlak manusianya sebagai SDM. (sumber : alfiah )

Merujuk pada penjelasan diatas, saya memahami apapun peran yang diambil dalam hidup ini harus selaras dengan tugas kita sebagai khalifah yaitu memimpin, mengekplorasi dan memelihara.Pada NHW#1 saya sudah menentukan jurusan ilmu yang ingin saya pelajari adalah fashion design & business. Setelah saya tinjau kembali semua NHW yang sudah dikerjakan dan merenungkan, ada 3 kata kunci yang saya peroleh yaitu keluarga, bisnis dan bermanfaat. Kata "KELUARGA" disini menjadi poin utama yang harus dibenahi dan dikuatkan, sehingga ilmu parenting adalah  hal mutlak yang harus dikuasai. 

Saya adalah seorang ibu bekerja yang menghabiskan  waktu dikantor kurang lebih 9 jam sehari dan 5 hari dalam 1 minggu. Pekerjaan yang saya geluti sekarang di bidang penelitian yang  memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian alam dan kesejahteraan manusia.Dengan bekal ilmu (red: akademik) ini, saya juga diberikan kesempatan untuk turut serta mencerdaskan anak bangsa dengan menjadi pengajar tamu pada suatu kampus. Saya menikmati pekerjaan ini karena sejalan dengan cita-cita saya ingin memberikan manfaat yang luas bagi manusia, ditambah lagi sudah mulai menemukan pola unuk manajemen waktu antara bekerja dan mengurus keluarga.

Akhir-akhir ini saya tertegun dengan kalimat: Muslim itu harus kaya. Tanpa harta pun kita bisa berkontribusi nyata untuk membangun peradaban ummat, namun tidak dapat kita tampikkan bahwa kemandirian finansial yang bagus juga modal yang harus dimiliki untuk mewujudkan Peradaban umat yang terhormat, bermartabat dan berdikari. Kita lihat saja fenomena di sekitar kita, betapa uang itu bisa membeli kekuasaan. Betapa mudahnya suatu informasi diputar balikkan dengan kekuasaan tersebut. Jika kita tidak berusaha menyelaraskan posisi kita, kita tidak akan punya bargain position di depan penguasa. Betapa semakin beratnya tantangan yang akan dihadapi oleh anak cucu kita dimasa mendatang. Jadi saat ini saya sangat bersemangat dan senang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kewirausahaan. Cara yang saya lakukan adalah Learning by doing. Memulai usaha kecil-kecilan, belajar secara otodidak dan harapannya nanti juga bisa menumbuhkan jiwa entrepreneur ini pada seluruh keluarga. Tentunya sebelum pemahaman ilmu entrepreneurship ini harus di  kokohkan dulu akidah dan akhlak agar tercapainya peradaban ummat yang sejahtera dan berakhlak mulia. Pada NHW#3 sudah saya sebutkan potensi yang saya miliki adalah sifat gigih dan senang belajar. dua hal ini akan menjadi modal buat saya mengeksplor diri dalam berkarya dan membina keluarga.

Saya senang dan memang harus menguasai ilmu parenting untuk memangun keluarga saya dan  saya senang melihat orang-orang mampu berdikari. Makanya dalam usaha yang saya rintis saat ini saya lebih menerapkan prinsip mitra bukan membuka usaha sendiri. Saya bermitra dengan distributor kain, konveksi dan juga dengan teman-teman yang tertarik untuk mulai berjualan. Setidaknya langkah kecil ini bisa dianggap sebagai dukungan saya pada orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneur.  Saya juga sudah melibatkan anak-anak saya pada hal-hal ringan dalam usaha ini, setidaknya memahamkan dia untuk mengekplor diri seluas-luasnya. Manusia itu dinamis, karena dia melihat uminya mengurus rumah, bekerja di kantor dan juga berjualan. Seiring berjalannnya waktu tentu timgkat pemahamannya lebih luas.

Baiklah dari cerita panjang diatas yang tidak begitu runut (semoga dapat dipahami)πŸ™† saya mulai menyadari bahwa peran hidup saya adalah sebagai fasilitator.
Misi Hidup  : Menjadi seorang entrepreneur dan penyedia jalan untuk orang-orang yang ingin berdikari dalam hal finansial ( berwirausaha)
Bidang          :  Mompreneurship
peran            : fasilitator

Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup 
 Untuk menjadi seorang ibu yang bergerak dalam bidang wirausaha maka ada tahapan ilmu yang harus dikuasai, yaitu sebagai berikut:
1. Kepemimpinan dan manajemen : merupakan dua ilmu yang pertama harus dikuasai. Seorang entrepreneur harus punya kemampuan memimpin dan manajemen yang baik. Ditambah lagi disini saya mengambil bidang mompreneurship, jadi ilmu manajemennya haruslah sangat baik agar keluarga dan bisnis terkelola dengan baik, berjalan selaras dan seirama.
2. Marketing : bertujuan untuk menguasai pasar penjualan, dalam bidang ini kita juga belajar tentang bagaimana mengatur strategi untuk mencapai tujuan.
3. Kreativitas dan Inovasi : sangat penting dalam berbisnis, tanpa ada kreativitas dan inovasi yang bagus produk kita tidak akan bertahan lama dan tidak akan punya loyal customer. dalam tahap mempelajari ini saya jga bisa melibatkan anak-anak turut serta, meminta ide-ide dari mereka. kadang hal-hal polos yang terucapa dari mulut kecilnya bisa menjadi inspirasi buat kita.
4. Pengelolaa keuangan : ini adalah sangat penting untuk menjamin keberlangsungan dan pengembangan bisnis
5. Pegembangan dan pengelolaan SDM :Ilmu ini harus dimiliki agar kita dapat memetakan dengan baik potensi orang, tidak salah menempatkan posisi. Apalagi bisnis dengan melibatkan mitra, harus pintar-pintar memahami karakteristik orang dan menjaga hubungan baik.

MILESTONE  untuk mencapai MISI HIDUP
Tahun ini usia saya 31 tahun, saya tetapkan sebagai KM 0, berkomitmen untuk memeiliki sebuah toko offline dan 100 distributor online dari produk yang saya produksi & pasarkan. Demi mendukung komitmen tersebut saya mewajibkan diri saya minimal 2 jam sehari untuk mencari ilmu dan mempraktekkannya. Sehingga dalam rentang waktu 5 tahun sudah bisa terlihat hasilnya. berikut tahapan2nya:

KM 0 - KM 1 ( tahun 1) : Menguasai ilmu kepemimpinan dan manajemen
KM 1 - KM 2 (tahun 2): Menguasai ilmu Marketing
KM 3 - KM 3 (tahun 3) : Menguasai ilmu kreativitas dan inovatif
KM 3 - KM 4 (tahun 4): Menguasai ilmu keuangan
KM 4 - KM 5 (tahun 5): Menguasai Ilmu pengembangan dan pengelolaan SDM.

Misi hidup sudah saya buat lengkap dengan milestonenya, sekarang tinggal Just Do It!!! Semoga komitmen dan konsisten. Aamiin

Done NHW#4_FIFI
 

  
 

Rabu, 08 Februari 2017

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

Berbicara rumah tangga berarti ada 3 hal pokok disana, yaitu rumah itu sendiri , orang-orang yang ada di dalam rumah tersebut (Keluarga) dan Lingkungan. Jika kita mau membangun suatu peradaban, bearti kita harus bisa mensinergikan ketiga komponen tersebut. Rumah harus bisa menjadi tempat yang nayaman dan aman untuk belajar dan mengembangkan diri. Keluarga dan Lingkungan yang mendukung juga syarat penting untuk membangun peradaban.

Baiklah, melanjutkan peran saya disini sebagai perempuan yang sudah berkeluarga, artinya saya juga punya tanggung jawab kepada suami dan anak disamping diri saya sendiri. Hal-hal apa saja yang harus saya lakukan untuk membangun sebuah peradaban dari dalam rumah? Pastinya yang pertama adalah saya harus benar-benar mengenali setiap pribadi yang ada dalam rumah saya yaitu suami dan anak-anak. Selanjutnya saya harus memahami apa peranan saya sesungguhnya dan kenapa saya harus berada di rumah ini beserta lingkungannya. Baiklah langsung saja saya mulai analisa satu-persatu.

a. Saya sebagai Istri
   Suami adalah panutan saya. Saya harus nyaman dengannya, menyayangi dan mencintainya agar kehidupan ini berjalan selaras dan seirama. Untuk itulah saya sudah menyelesaikan tantangan dari tim IIP untuk membuat surat cinta dan mengirimkan pada sang suami. Rasa-rasanya ini adalah surat cinta pertama yang saya buat :-) Dengan diksi yang mengalir begitu saja dan taraaaa.... jadilah beberapa paragraf yang puitis hehehe. Nah saya hanya akan mencantumkan respon suami atas surat yang sudah saya buat:
Seneeng dan agak geli sih dapat respon seperti ini, karena saya itu orangnya ga romantis dan ga verbal. jadi ga suka dipuji atau digombalin.... tapi mah katanya kita juga harus senang di romantisin dan memuji2 suami dengan kalimat2 romantis. karena bisa sebagai pengawet cinta ceunah hehehe

b. Saya Sebagai Ibu
 Anak kami 2 orang, yang pertama laki-laki usia 5,5 tahun dan adiknya perempuan usia 16 bulan. Potensi kaka menurut saya adalah robotik dan bahasa. Karena kakak sangat suka bermain lego dan senang bercerita. Sebagai sulung dia memang lebih cenderung agak 'keras kepala', hal ini bisa saya arahkan ke hal positif nantinya. sifat 'keras kepala' menjadi tegas dan bijak yang merupakan modal utama bagi dia nanti sebagai pemimpin, minimal memimpin keluarganya. Adek masih kecil jadi belum terlihat jelas potensinya, cuma adek orangnya perhatian dan ramah. Sifatnya ini bisa dikembangkan untuk menjadi  penyayang dan empati.

c. Saya Sebagai Individu
  Potensi terbesar dalam diri saya adalah sifat gigih yang saya miliki. Jika sudah punya keinginan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya. Mungkin dengan berbekal sifat ini lah saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga saya seperti sekarang ini. Suami saya adalah sosok yang sabar dan tenang. Let it flow... itu lah mungkin prinsipnya. Dengan sikap gigih yang saya miliki dan sikap tenang suami ini bisa menjadi kombinasi yang baik diantara kami berdua. Makanya, rencana2 yang tersusun dalam keluarga kami bisa dikatakan sebagian besar berasal dari saya, suami akan berperan sebagi penasehat dan pemberi keputusan akhir. Disaat apa yang saya rencanakan gagal, maka suami lah yang akan membesarkan hati saya dengan sifat sabarnya. Kedua anak kami adalah tipikal yang aktif, kalo kaka sudah terlihat sifat kritisnya. Mungkin Allah menakdirkan anak-anak seperti itu untuk meningkatkan kesabaran saya dan selalu menambah wawasan agar dapat menjawab semua pertanyaan mereka dengan baik. Kebetulan saya dan suami sama-sama senang belajar .

d. Saya sebagai bagian dari Lingkungan
 Saya dan suami sama-sama anak rumahan, berasal dari keluarga yang harmonis. Mungkin karena latar belakang itulah sekarang kami tinggal di lingkungan komplek yang nyaman seperti ini. Karena kami orang rumahan, kebetulan juga komplek saya orangnya individualis tapi masih perhatian. ya intinya tidak suka kepo dengan kehidupan orang lain. Lingkungan seperti ini adalah salah satu nikmat dari Allah menurut saya, kami dihadirkan disini agar bisa hidup dengan tenaang, tanpa banyak adaptasi sehingga akan lebih mudah untuk kami menentukan langkah untuk bermanfaat bagi sesama.

Kamis, 02 Februari 2017

Ceklist Indikator Profesionalisme Perempuan


FIFI_NHW#2

Nice homework pekan kedua ini benar-benar menantang buat saya, butuh perenungan maksimal. Materi berkaitan dengan profesionalisme. Kalau untuk urusan pekerjaan kantor tidak akan terlalu sulit menentukan standar profesionalisme ini, nah sekarang diminta untuk menentukan indikator profesionalisme perempuan yang bertangungjawab terhadap diri pribadinya, suami dan anak-anaknya. Mmmmm...mikir keras πŸ˜―πŸ’­

Baiklah saya mulai saja menuliskan indikator profesionalisme perempuan setelah  diskusi "sekilas" dengan abang dan abi. Semua ceklist yang saya buat ini akan menuju ke visi utama menjadi ibu profesional yang mampu melaksanakan semua misi dalam tahapan: bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan bunda shaleha

1. Ceklist Profesionalisme Sebagai Individu


  • Kualitas ibadah yang baik akan menentukan kualitas hidup. Untuk itu poin pertama yang harus di ceklist adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah harian : shalat tepat waktu, shalat tahajud minimal 2 kali seminggu, tilawah minimal 3 juz sepakan, shalat dhuha full dan menambah hafalan quran setiap pekannya minimal 3 ayat.
  • Meningkatkan skor toefl sampai lolos kualifikasi dari syarat beasiswa. Hal ini sebenarnya saya tujukan juga untuk memberikan dukungan dan sama-sama berproses dengan suami untuk mengejar beasiswa melanjutkan studi kami. 
  • Penjualan online shop tetap aktif minimal ada 4 order dalam sebulan. Belum berani membuat target banyak karena saat ini fokus terbesar saya pada poin 2, disamping itu modal buat iklan belum ada. jadi bikin target realistis aja dulu πŸ˜€.
  • Produksi hijab dengan brand hakima berjalan tahun ini dan terpasarkan dengan baik. Minimal punya 2 reseller tetap
  • Bisa menyetir mobil
2.  Ceklist Profesionalisme Sebagai Istri
      Bagian ini saya agak bingung untuk menulisnya, karena selama 6 tahun lebih pernikahan kami berjalan Alhamdulillah sudah sama-sama mengerti kelebihan dan kekurangan masing-masing. Suami tidak pernah menuntut di luar yang mampu saya kerjakan. Begitu pun sebaliknya, saya juga sudah menerima beliau apa adanya. jadi pas saya tanya juga cuma di jawab dengan senyuman dan menyerahkan kepada saya. Tapi baiklah, meskipun saat ini sudah baik (menurut kami) tidak salahnya untuk berproses menjadi lebih baik lagi. Sebagai istri tentu saja semua wanita ingin menjadi istri shaleha, Bahagia dunia dan akhirat, Sehidup Sesurga. Aamiin. Mudah-mudahan dengan indikator-indikator berikut kami akan dapat mewujudkan mimpi tersebut:

  • Shalat subuh jamaah di Masjid tiap hari.
  • Menyiapkan pakaian sebelum berangkat kerja. Kebiasaan yang sudah mulai saya tinggalkan semenjak hadirnya si kecil dan saya juga berangkat kantor lebih awal dari suami.
  • Tidak pernah memasang wajah cemberut di saat suami baru pulang kerja, meskipun hati saya sedang tidak enak dan fisik lelah  ✌
  • Tidak pernah meninggikan suara di saat lagi "diskusi hangat"✌πŸ˜ƒ
  • Mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik sehingga tahun ini bisa daftar haji dan mengajak anak-anak liburan ke luar negeri.
3. Ceklist Profesionalisme sebagai Ibu
  • Tidak marah-marah. 
  • Suara tidak boleh tinggi saat menasihati (tidak ngomel berlebihan hehehe)
  • Abang bisa baca Al-Quran tahun ini
  • Membacakan buku setiap malam
  • Menepati dan melaksanakan semua kegiatan habis magrib yang sudah di diskusikan dengan abang
  • Menumbuhkan rasa sayang dan arti bersaudara pada abang dengan indikasi: abang tidak usil sama adek minimal 3 hari dalam seminggu. (PR berat banget nih, abangnya usil dan tipe adeknya yang pasrah, jadi kadang malah senang dipukul2/diangkat2 abangnya, dikira ngajak main 😌)
  • Mengenalkan arti berbagi pada anak dengan merutinkan progam sedekah sarapan tiap jumat
Sekian indikator-indikator ini dibuat, setidaknya poin-poin diatas akan selalu menjadi pengingat diri dan menjadi bahan evaluasi untuk menuju pribadi yang baik dan bermanfaat.

Cibinong yang lagi galau (sebentar hujan, sebentar panas πŸ˜†) , 2 february 2017

Rabu, 01 Februari 2017

MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama a. Apa Itu Ibu Profesional? b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional? c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional? d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional? πŸ€APA ITU IBU PROFESIONAL? Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota; Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --; Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang : a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya. b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik. πŸ€APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL? Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu. πŸ€MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL 1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anaknya. 2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul. 3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya 4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang. πŸ€VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga. πŸ€BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL? Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu : a. Bunda Sayang Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya b. Bunda Cekatan Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul. c. Bunda Produktif Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya d. Bunda Shaleha Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang. πŸ€APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL? “Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA” Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb : BUNDA SAYANG a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya? b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi? c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini? d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak? BUNDA CEKATAN a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik? b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”. c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini? d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga BUNDA PRODUKTIF a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita? b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut? c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini? d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga? BUNDA SHALEHA a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini? b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada? c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus? d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut? Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb: “Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto Salam Ibu Profesional /Tim Matrikulasi Ibu Profesional/ πŸ“šSUMBER BACAAN: Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008 Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012 Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013 Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014 Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2 #BATCH 3 #BOGOR



Selasa, 31 Januari 2017

ADAB MENUNTUT ILMU #MATRIKULASI #BATCH3 #BOGOR

PROLOG 1

KELAS MATRIKULASI BATCH 3
INSTITUT IBU PROFESIONAL
Fasilitator : Mba Watie dan Mba Hanni
☘☘☘☘
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.
Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

☘ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.


☘ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

☘ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat

Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.

Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5

Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015

PROGAM MATRIKULASI INSTITUT IBU PROFESIONAL (JANUARI-MARET 2017) BOGOR

☘☘Review NHW #1  Kelas Matrikulasi Batch 3☘☘
Fasilitator : Mba Wati dan Mba Hanni

ADAB SEBELUM ILMU
Disusun oleh  : Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

πŸƒReview Nice Home Work #1
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #3?
Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk
seluruh peserta yang sudah “berjibaku” dengan berbagai cara agar dapat memenuhi
“Nice Homework” kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu
caranya posting  sampai dengan hebohnya dikejar deadline:). Insya Allah kehebohan
di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus
semangat sampai akhir program.

πŸƒDi NHW#1 ini, tidak ada jawaban yang benar dan salah, karena kita hanya diminta
untuk fokus pada ilmu-ilmu yang memang akan kita tekuni di Universitas Kehidupan
ini. Yang diperlukan hanya dua yaitu FOKUS dan PERCAYA DIRI. Jangan sampai saat
kuliah dulu kita salah jurusan, bekerja salah profesi, sekarang mengulang cara yang
sama saat menapaki kuliah di universitas  kehidupan, tapi mengaharapkan hasil yang
berbeda. Kalau pak Einstein menamakan hal ini sebagai “INSANITY”

⛅INSANITY : DOING THE SAME THING OVER AND OVER AGAIN,AND EXPECTING
DIFFERENT RESULT - Albert Einstein

☘Setelah kami cermati , ada beberapa peserta yang langsung menemukan jawabannya
karena memang sehari-hari sudah menggeluti hal tersebut. Ada juga yang masih
mencari-cari, karena menganggap semua ilmu itu penting.

Banyak diantara kita menganggap semua ilmu itu penting tapi lupa menentukan
prioritas. Hal inilah yang menyebabkan hidup kita tidak fokus, semua ilmu ingin
dipelajari, dan berhenti pada sebuah “kegalauan” karena terkena “tsunami informasi”.
Yang lebih parah lagi adalah munculnya penyakit “FOMO” (Fear of Missing Out), yaitu
 penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini juga membuat penderitanya
merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO
ini  biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu”NOMOFOBIA”, rasa takut
berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler pintar kita.

☘Matrikulasi IIP batch#3 ini akan mengajak para bunda untuk kembali sehat
menanggapi sebuah informasi online. Karena sebenarnya sebagai peserta kita hanya
perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja, yaitu saat diskusi materi dan
pembahasan review,  setelah itu segera kerjakan NHW anda, posting dan selesai,
cepatlah beralih ke kegiatan offline lagi tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online
dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil. Hal tersebut
harus diniatkan sebagai investasi waktu dan ilmu dalam rangka menambah jam
terbang kita.

Katakan pada godaan ilmu/informasi yang lain yang tidak selaras dengan jurusan
yang kita ambil, dengan kalimat sakti ini :

MENARIK, TAPI TIDAK TERTARIK

Apa pentingnya menentukan jurusan ilmu dalam universitas kehidupan ini?

JURUSAN ILMU YANG KITA TENTUKAN DENGAN SEBUAH KESADARAN TINGGI DI
UNIVERSITAS KEHIDUPAN INI, AKAN MENDORONG KITA UNTUK MENEMUKAN
PERAN HIDUP DI MUKA BUMI INI.

☘Sebuah alasan kuat yang sudah kita tuliskan  kepada pilihan ilmu tersebut, jadikanlah
sebagai bahan bakar semangat kita dalam menyelesaikan proses pembelajaran kita di
kehidupan ini.

Sedangkan strategi yang sudah kita susun untuk mencapai ilmu tersebut adalah
cara/kendaraan yang akan kita gunakan untuk mempermudah kita sampai pada
tujuan pencapaian hidup dengan ilmu tersebut.

Sejatinya,
SEMAKIN KITA GIAT MENUNTUT ILMU, SEMAKIN DEKAT KITA KEPADA SUMBER
DARI SEGALA SUMBER ILMU, YAITU “DIA” YANG MAHA MEMILIKI ILMU
Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam
dirinya menuju ke arah yang lebih baik.


☘Tetapi di  Institut Ibu Profesional ini, kita bisa memulai perubahan justru sebelum
proses menuntut ilmu. Kita yang dulu sekedar menuntut ilmu, bahkan menggunakan
berbagai cara kurang tepat, maka sekarang berubah ke Adab menuntut ilmu yang baik
dan benar, agar keberkahan ilmu tersebut mewarnai perjalanan hidup kita.
MENUNTUT ILMU ADALAH PROSES KITA UNTUK MENINGKATKAN KEMULIAAN
HIDUP, MAKA CARILAH DENGAN CARA-CARA YANG MULIA

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber Bacaan :
Hasil Penelitian “the stress and wellbeing” secure Envoy, Kompas, Jakarta, 2015
Materi “ADAB MENUNTUT ILMU” program Matrikulasi IIP, batch #3, 2017
Hasil Nice Home Work #1, peserta program Matrikulasi IIP batch #3, 2017

Selasa, 24 Januari 2017

NHW#1 ADAB MENUNTUT ILMU

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini
    Bidang Fashion Design & Business

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut
   Saya sangat ingin sekali belajar tentang fashion design dan business dengan beberapa alasan:
  • Ingin punya line fashion sendiri (brand) sendiri
  • Mempunyai bisnis keluarga yang nantinya akan menjadi modal dan sarana mengembangkan diri bagi anak-anak saya dalam berwirusaha
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
  •  Biaya yang dibutuhkan untuk belajar tentang fashion cukup mahal bagi saya, shingga mulai saat ini saya menabung untuk bisa kuliah/short course dibidang itu nantinya.
  • Membaca literasi-literasi tentang desain dan bisnis fashion dari berbagai sumber. 
  • Praktek jualan. Saat ini saya dan teman-teman mempuyai brand hijab sendiri. Kami produksi sendiri dan juga menjual langsung sendiri. Skalanya memang masih sangat kecil, masih dalam cakupan offline tapi alhamdulilla dari langsung praktek jualan ini, banyak hal yang dapat saya pelajari dari setiap proses produksi sampai penjualan.
  • Mengikuti grup/komunitas marketing online. 
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
  • Meluruskan  niat dalam mencari ilmu. Ikhlas dalam menjalani setiap proses pembelajarn dan selalu berfikir positif
  • Semangat dan rajin dalam menyimak diskusi-diskusi tentang bisnis dalam komunitas online yang saya ikuti
  • Bersungguh-sungguh dan fokus pada setiap proses pembelajaran
  • Menghormati para mentor, penjahit, supplier dan customer. Karena bagi saya dalam menjalani bisnis ini siapa pun yang kita temui/ hadapi bisa dijadikan guru untuk menempa diti kita menjadi lebih sabar, kuat, tangguh dan mandiri
  •  Membagikan ilmu yang saya dapat kepada sekitar, karena dengan berbagi kita akan menjadi lebih paham apa yang telah kita pelajari. 
 Nice HomeWork #1 Matrikulasi IIP Batch#3 FIFI

Lelaki Ku

Terpisah jarak dan waktu dari orang yang dicinta Pergi jauh dari tanah kelahiran demi wujudkan cita Tekad membaja sebagai bekal diri ...