Negeri ini tanah surga, katanya
Tongkat kayu dapat kau jadikan tanaman
Lautan luas adalah kolam susu
Rakyatnya hidup sejahtera , katanya
Negeri ini gemah ripah loh jinawi,katanya
Sang tuan duduk tenang di singgasana
Terperdaya oleh "katanya"
Melenakan dia dalam angan-angan golongannya
Negeri ini tanah surga bagi orang seberang
Berbondong-bondong untuk meraup segala isi kolam susu
Tuan rumah jadi tamu di tanah surganya
Menunggu tuan yang duduk disinggasana tersadar dari lamunannya
Semoga lamunan ini segera berakhir
Singgasananya telah melenakannya
Terlupa akan segala janji yang terucap
Agar rakyatnya hidup damai dan sejahtera
Bukan hanya sekedar katanya
~FH, depan tembok soreApril 2018
#ByFifiaZ
Senin, 16 April 2018
Selasa, 10 April 2018
Nikah Muda
"Bu, aku boleh ga nikah muda?" Ujar rahmat meminta izin pada ibunya
"Kamu yakin udah sanggup?"
"InsyaAllah bu, olshop ku sudah stabil profitnya."
"Ya terserah kamu, tapi cuma satu pesan ibu. Jangan nikah saat kuliah."
"Kenapa bu?ibu tenang saja meskipun sudah nikah nanti saya tetap akan menyelesaikan kuliah sampai meraih gelar sarjana"
"Jangan nak... bersabarlah. Ga sopan sama dosen mu"
~FH,2018~
#ByFifiaZ
Senin, 09 April 2018
Noktah Kehidupan
Aku berlari dan terus berlari
Namun hanya lelah yang ku dapati
Ada rongga kosong yang minta diisi
Ribuan noktah menyelimuti diri
Aku berhenti berlari
Tubuh ku tersungkur disenyapnya malam
Mengiba dan merayu Sang Pencipta
Berharap hidup yang bahagia dan barokah
By FifiaZ,
sudut bumi, 9 april 2018
Namun hanya lelah yang ku dapati
Ada rongga kosong yang minta diisi
Ribuan noktah menyelimuti diri
Aku berhenti berlari
Tubuh ku tersungkur disenyapnya malam
Mengiba dan merayu Sang Pencipta
Berharap hidup yang bahagia dan barokah
By FifiaZ,
sudut bumi, 9 april 2018
Selasa, 03 April 2018
Ibu Nusantara
Adzan ashar berkumandang dari mushalla di samping rumah ku. Anak-anak yang tengah asyik bermain polok seketika bubar dan berjalan menuju mushalla. Mereka sungguh anggun dengan baju kurung dan jilbab putihnya.
Terlahir sebagai seorang wanita di tanah sumatera yang merupakan salah satu pulau di wilayah nusantara membuat saya akrab dengan baju longgar dan jilbab dari kecil. Baju longgar tersebut kami sebut dengan baju kurung, dimana bajunya berlengan panjang dan bawahan rok.
Pakaian menunjukkan identitas seseorang, layaknya kebaya dan konde yang berasal dari pulau jawa begitu pun baju kurung dan kerudung bagi masyarakat sumatera yang kental dengan budaya melayu. Identitas yang tidak membatasi mereka untuk saling berkreasi dan bekerjasama. Sebatas identitas yang tidak menghilangkan rasa sayang dan persatuan diantara mereka. Identitas yang menunjukkan mereka juga bagian dari kaum ibu di nusantara ini. Kaum ibu yang menjadi penentu kualitas generasi akan datang.
Sayup-sayup terdengar suara riuh rendah alunan ayat suci dari jendela kamar ku. Suara yang menentramkan jiwa, menenangkan pikiran dan hati dari semberawut negeri ini. Ah..tiba-tiba aku ingin kembali ke masa kecil ku, merasakan hal yang sama dengan adik-adik yang lagi mengaji di mushalla. Hidup yang penuh damai dan tentram. Semoga dimasa kalian dewasa nanti bisa tetap kalian rasakan rasa seperti sore ini.
Sudut kamar ku, 4 April 2018
Fifia Zulti
Terlahir sebagai seorang wanita di tanah sumatera yang merupakan salah satu pulau di wilayah nusantara membuat saya akrab dengan baju longgar dan jilbab dari kecil. Baju longgar tersebut kami sebut dengan baju kurung, dimana bajunya berlengan panjang dan bawahan rok.
Pakaian menunjukkan identitas seseorang, layaknya kebaya dan konde yang berasal dari pulau jawa begitu pun baju kurung dan kerudung bagi masyarakat sumatera yang kental dengan budaya melayu. Identitas yang tidak membatasi mereka untuk saling berkreasi dan bekerjasama. Sebatas identitas yang tidak menghilangkan rasa sayang dan persatuan diantara mereka. Identitas yang menunjukkan mereka juga bagian dari kaum ibu di nusantara ini. Kaum ibu yang menjadi penentu kualitas generasi akan datang.
Sayup-sayup terdengar suara riuh rendah alunan ayat suci dari jendela kamar ku. Suara yang menentramkan jiwa, menenangkan pikiran dan hati dari semberawut negeri ini. Ah..tiba-tiba aku ingin kembali ke masa kecil ku, merasakan hal yang sama dengan adik-adik yang lagi mengaji di mushalla. Hidup yang penuh damai dan tentram. Semoga dimasa kalian dewasa nanti bisa tetap kalian rasakan rasa seperti sore ini.
Sudut kamar ku, 4 April 2018
Fifia Zulti
Minggu, 01 April 2018
Sewindu
Dua insan dipertemukan
Dalam suatu ikatan suci
Teriring do'a dan restu dari keluarga
Bergenggaman melangkah bersama
Sudah cukup jauh perjalanan ini
Sewindu telah kita lalui
Menapaki jalan yang berliku
Menaiki satu demi satu anak tangga
Ada ego yang menguasai
Hati yang terkadang mengeras
Air matalah yang meluluhkan
Untuk kita bisa tertawa bahagia
FH, 204'10 - 204'18
Dalam suatu ikatan suci
Teriring do'a dan restu dari keluarga
Bergenggaman melangkah bersama
Sudah cukup jauh perjalanan ini
Sewindu telah kita lalui
Menapaki jalan yang berliku
Menaiki satu demi satu anak tangga
Ada ego yang menguasai
Hati yang terkadang mengeras
Air matalah yang meluluhkan
Untuk kita bisa tertawa bahagia
FH, 204'10 - 204'18
Selasa, 27 Maret 2018
Istirahat mu di Surga
Suara azdan subuh berkumandang dari mesjid dekat rumah. Tubuhku yang masih menolak bangun ku paksakan beranjak dari tempat tidur. Dinginnya air yang menyentuh wajah sedikit menyegarkan tubuhku yang capek dan ngantuk.
Beginilah kehidupan malam ku, aku harus terjaga dari jam 00.00 WIB sampai waktu menjelang subuh. Bisa tidur 30 menit sebelum subuh merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa bagi ku. Kehidupan pagi ku tak berbeda jauh dengan kehidupan malam ku yang minim istirahat. Setelah menyiapkan sulung berangkat sekolah dan menyiapkan hidangan dan bekal untuk orang-orang dirumah, saya pun segera bersiap-siap berangkat ke kantor. Bersyukur ritme kerja dikantor tidak terlalu padat dan saya lebih leluasa mengatur waktunya, jadi minimal 1 jam sudah dipastikan saya bisa istirahat dengan cukup. Namun sekali-kali jatah istirahat ini juga harus dipakai untuk menyelesaikan deadline pekerjaan.
Beberapa rumah dari rumahku, ada kehidupan lain yang sedikit berbeda tapi bisa juga dibilang sama. Adzan subuh pun menjadi alarm baginya untuk bangun. Tugas utamanya di pagi hari adalah menyiapkan anak-anak dan suami berangkat sekolah dan bekerja. Setelah itu lanjut mengantarkan anak. Mungkin dia berpikir, setelah mengantar anak-anak saya bisa melanjutkan tidur semalam yang kurang nyenyak. Tapi, tumpukan baju kotor diember melambai-lambai minta digiling. Pun, mainan yang berserakan dilantai minta segera disingkirkan karena sungguh membuat rumah yang mungil ini terasa semakin sempit. Hidupnya berputar pada siklus yang sama, beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya yang tak ada habis -habisnya. Sesekali tangannya meraih smartphone dan berselancar di dunia maya untuk sejenak merilekskan syaraf-syarafnya agar tetap waras. Jarum jam seakan berputar cepat sekali sehingga pergantian malam dan siang seakan tiba-tiba.
Saya yakin, ibu yang tinggal di komplek sebelah pun punya ritme hidup yang tidak jauh berbeda dengan saya bahkan ibu-ibu di pelosok negeri pun pasti sama. Capek dan lelah cukup dirasakan, berharap lelah berganti lillah. Waktu istirahat di dunia tak apalah kurang, istirahat di Surga yang kami rindukan.
F.Zulti, Maret 2018
Beginilah kehidupan malam ku, aku harus terjaga dari jam 00.00 WIB sampai waktu menjelang subuh. Bisa tidur 30 menit sebelum subuh merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa bagi ku. Kehidupan pagi ku tak berbeda jauh dengan kehidupan malam ku yang minim istirahat. Setelah menyiapkan sulung berangkat sekolah dan menyiapkan hidangan dan bekal untuk orang-orang dirumah, saya pun segera bersiap-siap berangkat ke kantor. Bersyukur ritme kerja dikantor tidak terlalu padat dan saya lebih leluasa mengatur waktunya, jadi minimal 1 jam sudah dipastikan saya bisa istirahat dengan cukup. Namun sekali-kali jatah istirahat ini juga harus dipakai untuk menyelesaikan deadline pekerjaan.
Beberapa rumah dari rumahku, ada kehidupan lain yang sedikit berbeda tapi bisa juga dibilang sama. Adzan subuh pun menjadi alarm baginya untuk bangun. Tugas utamanya di pagi hari adalah menyiapkan anak-anak dan suami berangkat sekolah dan bekerja. Setelah itu lanjut mengantarkan anak. Mungkin dia berpikir, setelah mengantar anak-anak saya bisa melanjutkan tidur semalam yang kurang nyenyak. Tapi, tumpukan baju kotor diember melambai-lambai minta digiling. Pun, mainan yang berserakan dilantai minta segera disingkirkan karena sungguh membuat rumah yang mungil ini terasa semakin sempit. Hidupnya berputar pada siklus yang sama, beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya yang tak ada habis -habisnya. Sesekali tangannya meraih smartphone dan berselancar di dunia maya untuk sejenak merilekskan syaraf-syarafnya agar tetap waras. Jarum jam seakan berputar cepat sekali sehingga pergantian malam dan siang seakan tiba-tiba.
Saya yakin, ibu yang tinggal di komplek sebelah pun punya ritme hidup yang tidak jauh berbeda dengan saya bahkan ibu-ibu di pelosok negeri pun pasti sama. Capek dan lelah cukup dirasakan, berharap lelah berganti lillah. Waktu istirahat di dunia tak apalah kurang, istirahat di Surga yang kami rindukan.
F.Zulti, Maret 2018
Minggu, 25 Maret 2018
Penantian
Wajah teduh nan menyenangkan
Bola mata yang selalu bersinar
Sikap tubuh yang anggun
Hati yang luas dan tegar
Sungguh pribadi yang menawan
Tak pernah mengeluh dan selalu bersabar
Optimis dalam penantian pangeran
Kini,semua sudah berakhir
Tak perlu berlama-lama lagi dalam penantian
Sang pencipta tak pernah menyalahi takdir
Berbahagialah, bidadari surga menantikan
Kau yang berjiwa tegar
Bola mata yang selalu bersinar
Sikap tubuh yang anggun
Hati yang luas dan tegar
Sungguh pribadi yang menawan
Tak pernah mengeluh dan selalu bersabar
Optimis dalam penantian pangeran
Kini,semua sudah berakhir
Tak perlu berlama-lama lagi dalam penantian
Sang pencipta tak pernah menyalahi takdir
Berbahagialah, bidadari surga menantikan
Kau yang berjiwa tegar
Langganan:
Postingan (Atom)
Lelaki Ku
Terpisah jarak dan waktu dari orang yang dicinta Pergi jauh dari tanah kelahiran demi wujudkan cita Tekad membaja sebagai bekal diri ...
-
Bangun tidur abang sudah nagih : Mi, ntar kalau matahari sudah terbit semuanya (red: terang) kita beli pewarna ya. Oke abang baiklah, nanti ...
-
Sekitar dua bulan lagi kami akan meninggalkan negeri sakura ini. Banyak sekali rekaman jejak perjalanan yang sayang jika tidak ditulis. Sem...
-
Day 7 Setelah sukses bermain doh, ya meskipun yang paling semangat main abang kami melanjutkan ke project berikutnya yaitu membuat pasir kin...